Dari beberapa peneliti senior di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Alida termasuk diantaranya. Ia telah bergabung di lembaga ini sejak tahun 1993. Ia banyak melakukan penelitian tentang kelainan sel darah merah, khususnya penyakit thalassemia.
Sampai menjadi peneliti senior, Alida menempuh perjalanan panjang menuju bidang keahliannya. Pendidikan kedokteran yang ditamatkannya pada 1975 di Universitas Indonesia (UI). Kemudian, ia melanjutkan ke spesialis patologi klinik di almamaternya hingga meraih gelar S2. Karena itu pula, ia memperoleh peluang duduk sebagai lektor di departemen tersebut.
Tidak cukup itu, Alida meneruskan pendidikan di Monash University (Melbourne-Australia). Gelar Ph.D berhasil diraihnya pada 1989 dengan tesisnya berjudul “Plasma Cell Membrane Glycoprotein PC-1: Distribution dan Function”.
Pengabdiannya terhadap ilmu pengetahuan juga dibuktikannya antara lain dengan menjabat Ketua Program Pendidikan Spesialis di Bagian Patologi Klinik UI. Di lembaga pendidikan itu pula Alida menjadi staf pengajar Program Magister pada Ilmu Biomedik di Fakultas Kedokteran UI.
Kesibukan Alida dalam kegiatan ilmiah turut diwujudkan melalui penggabungan dirinya di organisasi profesi, meliputi Masyarakat Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia, Asosiai Patologi Klinik Indonesia, serta Asosiasi Alergi dan Imunologi Indonesia. Ia pun menjalin kerja sama dengan peneliti lain dalam melakukan beberapa publikasi ilmiah. |